That Is My Name

You Can See That

English Department C

My Community

Ways of Life

Keep Fighting

A Motivation

Keep Spirit Helmi

Try And Pray

God With Us

Showing posts with label Job. Show all posts
Showing posts with label Job. Show all posts

Mar 2, 2017

Tugas dan Job Deskripsi HRD

Sering kita mendengar kata ‘HRD’, namun tahukah kita apa itu ‘HRD’ ?? Untuk menambah pengetahuan anda, kali ini kami akan mengulas mengenai HRD. HRD merupakan kepanjangan dari Human Resource Development.
APA ITU HRD?

Human Resource Development atau HRD adalah sebuah divisi/posisi jabatan yang bertanggung jawab secara penuh dalam sumber daya manusia suatu perusahaan mulai dari persiapan perekrutan pegawai baru hingga mengurusi kontrak kerjanya.  Singkatnya HRD adalah pengembangan sumber daya manusia atau jika dalam melamar pastinya sudah tidak asing lagi. Yaa, HRD kadang juga di sebut bagian Personalia yang tugasnya memetakan dan menyaring sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Dapat kita simpulkan bahwa HRD merupakan fungsi kerja dalam suatu perusahaan yang secara garis besar bertugas dalam pengelolaan dan pengambangan sumber daya manusia.

Human Resource Development

Posisi HRD merupakan bagian terpenting dalam perusahaan, karena berkaitan erat dengan sumber daya manusia bagi perusahaan.  Sehingga tak jarang HRD mendapatkan otoritas tinggi dan dominan di manajerial perusahaan dalam mengambil kebijakan untuk karyawannya namun tentu saja hal tersebut sudah menjadi Job Deskripsi HRD.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB HRD
Tugas seorang HRD berhubungan dengan sumber daya manusia, maka seorang HRD harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Berikut ini tugas dan tanggung jawab HRD :

Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia. Dalam hal ini termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sumber daya manusia dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.Membuat sistem HR yang efektif dan efisien, misalnya dengan membuat SOP, job description, training and development system dll.Bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan, mulai dari mencari calon karyawan, wawancara hingga seleksi.Melakukan seleksi, promosi, transfering dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu.Melakukan kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan, potensi, mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan yang sesuai dengan standar perusahaan.Bertangggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.Membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja.Melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan.

KRITERIA SEORANG HRD (HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT)
Untuk menjalankan job desk, seorang HRD harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini :

Memiliki jiwa kepemimpianan yang baikMemiliki kemampuan berkomunikasi yang baikDapat menterjemahkan strategi perusahaan dalam bentuk kebijakan HR yang tepat.Dapat mengelola perubahan-perubahan yang terjadi di perusahaan secara efektif.Seorang HRD harus memiliki business knowledge yang baik.Seorang HRD harus memiliki kemampuan dapat mempengaruhi dan memahami orang lain. Memiliki kemampuan khusus, seperti dapat mengoperasikan alat tes psikologi, memahami undang-undang ketenagakerjaan, sistem penggajian dll.Memiliki pengetahuan mengenai prosedur dan proses rekrutmen.

Selain Anda harus bisa melakukan tugas dan tanggung jawab yang disebutkan di atas tentunya Anda juga harus sabar dan bijak dalam menghadapi karyawan dengan berbagai karakter.



Dec 26, 2016

10 Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Malah Banyak yang Resign

10 Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Malah Banyak yang Resign
Isu pemecatan karyawan atau pemutusan hubungan kerja bukanlah hal baru di dunia kerja. Namun yang kini menjadi fenomena aneh adalah karyawan dengan suka rela mengundurkan diri. Bahkan bukan hanya karyawan biasa, tetapi juga karyawan terbaik dengan prestasi cemerlang di kantor.
Ternyata tindakan para karyawan tersebut ada alasannya. Berikut 10 alasan kenapa karyawan terbaik malah mengundurkan diri dari pekerjaan.

1. Karyawan terbaik keluar karena gaji terlalu kecil atau waktu yang dibutuhkan terlalu lama untuk naik gaji.

Karyawan berharap dengan membaiknya performa kerja, maka ada peningkatan dalam urusan pendapatan. Meskipun gaji tidak naik, paling tidak ada fasilitas baru yang diperoleh. Jika performa mereka terus meningkat tetapi gajinya tetap, mereka bisa berpikir kantor hanya mengeksploitasi dirinya.

2. Karyawan terbaik keluar karena ada tempat lain yang menawarkan gaji atau fasilitas lebih baik dari kantor yang sekarang.

Bila prestasi tak ditunjang dengan perbaikan pendapatan, jangan heran bila karyawan akan keluar kerja. Apalagi bila ada perusahaan lain yang memiliki penawaran gaji atau fasilitas lebih baik. Dan kamu perlu tahu, orang yang bertugas merekrut karyawan terbaik dari kantor lain dinamakan ‘headhunter’.

3. Karyawan terbaik keluar karena pola kerja yang sekarang terlalu monoton dan membosankan. Dan mereka ingin tantangan.

Manusia adalah makhluk yang dinamis. Ia selalu bergerak mencari hal yang baru dan tantangan. Bahkan bila sebuah pekerjaan dihadapkan pada rutinitas yang monoton, besar kemungkinan karyawan akan meninggalkannya karena rasa bosan.

4. Karyawan terbaik keluar karena prestasi yang mereka lakukan tak pernah dianggap dan tak diapresiasi sama sekali.

Tak ada yang menghargai prestasi atau kemajuan yang dibawa oleh seorang karyawan. Maka jangan heran bila karyawan tersebut memilih mundur dari pekerjaan.

5. Karyawan terbaik keluar karena tekanan kerja yang terus membesar.

Tekanan kerja yang terus menghimpit bisa jadi adalah pendorong karyawan untuk mundur. Tekanan kerja semisal banyaknya pekerjaan, waktu yang semakin ketat, beban kerja dan sebagainya. Ketika tekanan kerja sudah berada di luar kesanggupan karyawan, ia akan keluar.


6. Karyawan terbaik keluar karena ingin mendirikan usaha sendiri.

Dengan kondisi perekonomian dunia yang terus membaik, banyak kesempatan usaha yang terbuka di luar sana. Jadi tak heran orang-orang berlomba-lomba membuat usaha rintisannya sendiri. Termasuk para karyawan terbaik dari sebuah kantor tertentu.

7. Karyawan terbaik keluar karena ada intrik dan drama di kantor.

Intrik dan drama bisa terjadi di mana saja, kantor misalnya. Berawal dari perasaan iri karyawan lain yang punya prestasi terbaik, sehingga menciptakan kompetisi yang tidak sehat. Misalnya menyebarkan gosip buruk dan sebagainya hingga membuat karyawan harus mengundurkan diri.

8. Karyawan terbaik keluar karena ada masalah keluarga.

Masalah bisa saja terjadi bukan dari kantor, melainkan keluarga karyawan. Semisal pasangannya tidak mengizinkan lagi untuk bekerja, atau anak-anak mereka memerlukan perhatian lebih. Kondisi tersebut kemudian membuat karyawan terbaik ingin mengundurkan diri.

9. Karyawan terbaik keluar karena masalah kesehatan.

Masalah kesehatan juga bisa menghantui psikologis seseorang. Beban kerja yang terlalu besar hingga memberikan stres, ditambah dengan kesehatan tubuh yang terus memburuk, bisa menjadi momok menakutkan sehingga membuat karyawan memutuskan resign. Biasanya banyak terjadi di perusahaan tambang.

10. Karyawan terbaik keluar karena pindah domisili atau tempat tinggal.

Berganti domisili juga bisa menjadi alasan tersendiri. Karyawan terbaik memutuskan untuk tinggal di daerah lain dengan alasan personal, lalu memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Perusahaan yang tidak ingin kehilangan karyawan terbaiknya, biasanya berusaha mentransfer karyawan ke kantor cabang terdekat di daerah tujuan.


#Source

Mar 20, 2016

Pertanyaan-Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Melamar Pekerjaan

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.
2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.
3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.
4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.
5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.
6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.
8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

http://www.yudhe.com/